PortalRakyat, JOGJA—Jorge Martin mengakui kondisi ban belakang motornya sudah terlalu aus sehingga tak mampu mengejar Pedro Acosta dalam balapan MotoGP Austria 2026. Meski gagal mempertahankan posisi terdepan, pebalap Aprilia itu tetap puas setelah mengamankan finis kedua di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).
Martin mengawali balapan dari pole position dan sempat memimpin selepas start. Namun, persaingan di barisan depan berlangsung ketat. Marco Bezzecchi dan Acosta memberikan tekanan, sebelum pebalap KTM tersebut mengambil alih pimpinan lomba pada lap kesembilan.
Setelah melewati Martin, Acosta mampu membangun jarak dan akhirnya finis pertama dengan keunggulan 1,017 detik. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Acosta di kelas MotoGP.
Martin Puji Kemenangan Perdana Acosta
Martin menyampaikan selamat kepada Acosta atas pencapaian tersebut. Ia menilai kemenangan itu terasa istimewa setelah perjuangan panjang pebalap Spanyol tersebut di kelas premier.
“Aku ingin mengucapkan selamat kepada Pedro. Dia berjuang sangat keras dalam beberapa tahun terakhir untuk mendapatkan kemenangan ini, dan rasanya pasti menakjubkan buat dia. Jadi, aku sangat gembira untuk dia,” kata Martin.
Martin menilai dirinya telah menjalani balapan dengan baik. Ia berusaha mengatur konsumsi bahan bakar, tetapi perlahan kehilangan kemampuan untuk mengejar Acosta.
“Untuk diriku sendiri, kurasa aku sudah menjalani balapan yang bagus. Aku berupaya mengatur bahan bakar, kemudian Pedro menyalip, tapi kurasa semuanya dalam kendali. Namun, selangkah demi selangkah dia menjauh. Aku berusaha mengejar sedikit lagi, tapi ban belakangku benar-benar hancur,” lanjutnya, dilansir TNT Sports.
Menurut Martin, masih ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan. Meski begitu, ia menganggap hasil di Austria sebagai modal penting untuk menghadapi sisa musim.
“Aku sudah melakukan yang terbaik. Mungkin kami bisa saja meningkat di beberapa aspek yang berbeda, tapi ya, kami menjalani akhir pekan yang hebat. Inilah yang harus kami lakukan di setiap akhir pekan di sisa musim ini,” ujarnya.
Ban dan Bahan Bakar Batasi Perlawanan
Martin juga menjelaskan bahwa pengelolaan bahan bakar dan kondisi ban menjadi faktor yang membatasi peluangnya untuk menyerang kembali. Ia berharap masih bisa memberikan tekanan pada bagian akhir balapan, tetapi daya cengkeram ban belakang sudah tidak memadai.
“Pada akhirnya, ketika saya mencoba menyerang, saya tidak punya apa-apa lagi. Bahkan Bezzecchi hampir bisa menyalip. Saya benar-benar berada di batas kemampuan,” ujar Martin, dikutip dari Grande Prêmio.
Tekanan Bezzecchi pada fase akhir membuat Martin harus mempertahankan posisinya dengan pengereman keras. Ia menyebut kemampuan mengerem terlambat menjadi salah satu cara untuk menahan rivalnya.
“Beruntung, akhir pekan ini saya bisa mengerem sangat telat. Meski dia dekat selama enam putaran terakhir, saya mengerem seperti binatang. Itu satu-satunya cara saya bisa bertahan karena ban belakang sudah hancur dan saya tidak bisa menambah kecepatan saat membuka gas,” jelasnya.
Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP 2026
Tambahan poin dari finis kedua mengantarkan Martin kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP 2026. Ia kini mengoleksi 306 poin, unggul 12 angka atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan 294 poin.
Bezzecchi menempati peringkat ketiga dengan 264 poin, sedangkan Acosta berada di urutan keempat dengan 234 poin.
Sebelum balapan utama di Red Bull Ring, Martin dan Marquez memiliki jumlah poin yang sama. Hasil di Austria membuat Martin memiliki keunggulan menjelang rangkaian balapan di Asia.
Martin Tak Perlu Jalani Operasi Lengan
Di luar hasil balapan, Martin juga membawa kabar positif mengenai kondisi fisiknya. Ia memastikan tidak perlu menjalani operasi pada lengan yang sempat mengalami masalah akibat sindrom kompartemen di Misano.
“Tidak ada keraguan lagi, saya tidak perlu dioperasi,” tegas Martin.
Ia mengaku lega karena tidak harus menjalani prosedur bedah. Setelah melewati periode yang intens, Martin ingin memanfaatkan waktu untuk beristirahat.
“Hal terakhir yang saya inginkan adalah mereka membedah lengan saya. Saya hanya ingin istirahat, karena dua pekan ini sangat intens,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
