Karhutla Meluas, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel

Karhutla Meluas, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. – Magnific

PortalRakyat, JAKARTA— Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi dilakukan dari udara dan darat untuk memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk menangani karhutla, termasuk operasi water bombing dari udara.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Seskab Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi dikutip dari Jakarta pada Minggu.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” ujar Seskab menambahkan.

64 Pesawat Dikerahkan Sejak Agustus

Teddy memastikan operasi penanganan karhutla dilakukan melalui jalur darat hingga udara. Langkah tersebut ditujukan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan karhutla.

Sejak Agustus, pemerintah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung operasi pemadaman. Jumlah tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sembilan pesawat TNI yang terus melakukan water bombing.

Menurut Teddy, luas wilayah yang terdampak serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” jelasnya.

54.394 Personel Gabungan Diterjunkan

Selain armada udara, pemerintah mengerahkan 54.394 personel gabungan untuk bergerak di lapangan. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Sebaran personel tersebut berada di sejumlah wilayah yang menjadi lokasi penanganan karhutla. Berikut rinciannya:

Kalbar: 14.759 personel.

Riau dan Kepulauan Riau: 14.382 personel.

Sumatera Selatan: 11.026 personel.

Jambi: 5.984 personel.

Kalimantan Tengah: 4.686 personel.

Kalimantan Selatan: 3.557 personel.

Pengerahan personel tersebut dilakukan bersamaan dengan operasi udara untuk menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas.

Hotspot Karhutla Naik Jadi 1.323 Titik

Di tengah operasi penanganan tersebut, jumlah titik panas atau hotspot secara nasional masih mengalami peningkatan.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat sebanyak 1.323 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB.

Jumlah tersebut meningkat 777 titik dibandingkan data pada Jumat (18/9), ketika terdeteksi 546 titik panas.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan titik panas karhutla secara nasional di tengah pengerahan operasi darat dan udara oleh pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *