DPRD Kota Jogja Dorong Kalender Event untuk Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya

DPRD Kota Jogja Dorong Kalender Event untuk Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya

Ilustrasi, Gelaran WJNC 2024./Dokumen Harian Jogja

PortalRakyat, JOGJA– DPRD Kota Jogja mendorong penguatan pariwisata berbasis budaya dengan menyusun kalender event yang lebih terarah. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi strategi untuk mengisi periode low season sekaligus menjaga daya tarik Kota Jogja di tengah persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan.

Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu Sabdono Putro mengatakan Kota Jogja memiliki modal pariwisata yang berbeda dibandingkan daerah lain. Kekayaan budaya dan seni, suasana kota, keramahan masyarakat, kuliner, hingga produk oleh-oleh menjadi bagian penting dari daya tarik wisata Jogja.

Menurut Wisnu, persaingan destinasi wisata saat ini semakin ketat. Berbagai daerah tidak hanya memperbaiki kawasan wisata yang sudah ada, tetapi juga membangun destinasi baru untuk menarik kunjungan wisatawan.

“Sebagai kota tujuan wisata, Kota Jogja sudah pasti memiliki tantangan yang cukup kompleks. Tantangan eksternal, misalnya, hampir semua daerah saat ini mempersolek diri bahkan membangun destinasi baru guna memikat wisatawan,” katanya Sabtu (19/9/2026).

Pariwisata Jogja Bertumpu pada Budaya

Wisnu menilai karakter pariwisata Kota Jogja tidak dapat disamakan dengan daerah yang mengandalkan sumber daya alam atau wisata alam sebagai destinasi utama. Daya tarik Jogja justru terletak pada pengalaman yang ditawarkan melalui suasana kota dan kekayaan budaya masyarakatnya.

“Industri pariwisata yang dijual di Jogja lebih ke aspek suasana kotanya, kekayaan budaya dan seni, keramahtamahan warganya, kulinernya bahkan oleh-olehnya. Inilah yang menjadi kekayaan Yogyakarta,” ujarnya.

Karena itu, menurut dia, penguatan citra Kota Jogja sebagai tujuan wisata membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kenyamanan wisatawan harus dijaga agar pengalaman selama berada di Jogja tetap positif.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah praktik nuthuk harga yang dapat merugikan wisatawan. Wisnu meminta pelaku usaha kuliner maupun jasa parkir menghindari praktik tersebut.

“Makanya kita semua bertanggung jawab untuk membangun narasi yang baik terhadap kota ini. Hindari betul aksi-aksi nuthuk harga, baik pelaku kuliner maupun parkir,” katanya.

Kalender Event untuk Isi Low Season

Selain menjaga kenyamanan wisatawan, DPRD Kota Jogja mendorong pemerataan kegiatan wisata melalui penyusunan kalender event. Pemerintah dinilai perlu memetakan waktu kunjungan wisatawan yang relatif rendah atau low season untuk kemudian diisi dengan kegiatan yang mampu menarik minat wisatawan.

Menurut Wisnu, kalender event tidak cukup hanya berisi kegiatan rutin. Penyusunannya perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan di industri pariwisata agar kegiatan yang dibuat dapat memberikan dampak lebih luas.

“Event-event yang mampu menarik minat wisatawan juga harus diratakan. Kapan waktu-waktu low season itu dipetakan. Isi dengan kalender event dengan melibatkan stakeholder industri pariwisata,” tuturnya.

Keterlibatan budayawan dan seniman Jogja juga dinilai penting. Mereka dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan sekaligus memastikan berbagai event tetap menampilkan karakter dan karya otentik Kota Jogja.

Hotel Bisa Dilibatkan Perpanjang Masa Tinggal

Wisnu mengatakan penyelenggaraan event juga dapat dikolaborasikan dengan pelaku usaha perhotelan. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui pemberian diskon atau paket menginap bagi wisatawan yang datang untuk menghadiri kegiatan.

Skema tersebut diharapkan tidak hanya mendatangkan wisatawan pada saat event berlangsung, tetapi juga mendorong mereka memperpanjang masa tinggal di Kota Jogja.

“Gandeng para budayawan dan seniman Jogja dalam mengekspresikan karya otentiknya, kemudian ajak para penyedia hotel dalam memberikan diskon guna meningkatkan masa tinggal,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pariwisata Kota Jogja tidak hanya mengandalkan jumlah kunjungan, tetapi juga berupaya menciptakan rangkaian kegiatan sepanjang tahun yang memanfaatkan kekuatan budaya, seni, kuliner, keramahan masyarakat, serta kolaborasi dengan sektor perhotelan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *