Investasi Gunungkidul Tembus Rp451 Miliar, Ini Targetnya

Investasi Gunungkidul Tembus Rp451 Miliar, Ini Targetnya

Foto ilustrasi investasi. – Freepik

PortalRakyat, GUNUNGKIDUL—Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul mencapai Rp451.587.672.519 hingga semester pertama 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih mengejar target penanaman modal sebesar Rp838.084.626.109 sepanjang tahun ini melalui kemudahan perizinan, promosi potensi daerah, dan penawaran proyek investasi kepada calon investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan data investasi yang masuk pada triwulan ketiga atau periode Juli-September 2026 masih dalam proses pendataan. Meski realisasi pada periode tersebut belum tersedia, pihaknya optimistis capaian investasi hingga akhir tahun dapat melampaui target.

“Untuk investasi yang masuk pada periode Juli-September [triwulan ketiga] 2026 masih dalam proses pendataan,” kata Mohammad Arif Aldian, Jumat (16/10/2026).

Upaya mengejar target dilakukan dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemilik modal untuk berinvestasi di Bumi Handayani. Pemkab Gunungkidul juga membantu calon investor memenuhi kebutuhan perizinan serta melakukan berbagai langkah promosi agar mereka tertarik menanamkan modal.

Temu bisnis jadi salah satu cara menarik investor

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan temu bisnis bersama calon investor yang digelar di Hotel Santika Gunungkidul, Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan peluang investasi sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan perusahaan besar, asosiasi bisnis, dan lembaga pendukung investasi.

Pemkab Gunungkidul juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mempromosikan potensi investasi daerah di dalam maupun luar negeri. Promosi tersebut dilengkapi kajian proyek investasi yang disiapkan agar calon penanam modal memperoleh gambaran mengenai peluang usaha yang ditawarkan.

“Kami juga memberikan hasil kajian Invesment Project Ready to Over [IPRO] di kantor DPMPTSP DIY,” katanya.

Aldian mengatakan kajian investasi untuk 2026 telah diselesaikan. Berbeda dengan kajian pada 2025 yang berfokus di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), penawaran investasi tahun ini diarahkan ke dua Kawasan Peruntukan Industri (KPI), yakni KPI Candirejo di Semin dan KPI Mijahan di Semanu.

Kedua kawasan tersebut memiliki fokus pengembangan yang berbeda. Berdasarkan hasil kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO), KPI Candirejo di Semin diarahkan untuk pengembangan pabrik fitofarmaka atau obat-obatan herbal yang menyasar pasar ekspor.

Sementara itu, kajian investasi di KPI Mijahan, Semanu, diarahkan pada sektor pendidikan. Keberadaan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian yang disusun untuk memperkuat potensi pengembangan pendidikan di Bumi Handayani.

“Yang dikembangkan bisa berbentuk boarding school atau sekolah berasrama,” katanya.

Dua kawasan industri ditawarkan dengan potensi berbeda

Penawaran proyek di KPI Candirejo, Semin, dan KPI Mijahan, Semanu, merupakan bagian dari kajian investasi yang diselesaikan DPMPTSP Gunungkidul pada 2026. Jika kajian pada tahun sebelumnya berfokus pada kawasan sepanjang JJLS, penawaran kali ini menyasar sektor industri obat herbal untuk ekspor serta pengembangan pendidikan.

Untuk KPI Candirejo, peluang yang diperkenalkan adalah pembangunan pabrik fitofarmaka. Adapun di KPI Mijahan, peluang pengembangan pendidikan dapat berbentuk sekolah berasrama atau boarding school, dengan keberadaan kampus UNY sebagai salah satu potensi pendukung yang disebut dalam kajian.

Melalui temu bisnis, calon investor diharapkan memperoleh informasi terperinci mengenai proyek investasi siap ditawarkan atau IPRO. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk memperluas jaringan usaha dan membangun komunikasi antara pelaku usaha, perusahaan besar, asosiasi bisnis, serta lembaga yang mendukung kegiatan investasi.

Sekda dukung promosi peluang investasi

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mendukung langkah DPMPTSP menggelar temu bisnis dengan calon investor. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan nilai investasi di Bumi Handayani yang disebut tumbuh dengan baik setiap tahun.

Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah berharap komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha dengan perusahaan besar, asosiasi bisnis, serta lembaga pendukung investasi dapat terbentuk. Selain memperluas jejaring, temu bisnis diharapkan memperkenalkan potensi dan peluang investasi di Kabupaten Gunungkidul secara lebih terperinci.

Kegiatan tersebut juga ditujukan agar investor memperoleh informasi mengenai proyek-proyek IPRO yang telah disiapkan pemerintah daerah. Dari pemaparan itu, Pemkab Gunungkidul berharap muncul ketertarikan untuk merealisasikan investasi di wilayah tersebut.

“Ini sebagai langkah untuk menawarkan peluang investasi kepada investor lewat kajian yang telah disusun. Tentunya dengan makin meningkatnya penanaman modal, juga berdampak terhadap peningkatan PDRB hingga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Adapun hingga semester pertama 2026, realisasi investasi Gunungkidul tercatat sebesar Rp451.587.672.519 dari target tahunan Rp838.084.626.109. Sementara itu, realisasi untuk periode Juli-September 2026 masih dalam proses pendataan oleh DPMPTSP Gunungkidul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *