Cuaca Panas, DPRD Sleman Imbau Warga Kurangi Bakar Sampah

Cuaca Panas, DPRD Sleman Imbau Warga Kurangi Bakar Sampah

Gedung DPRD Sleman./Youtube

PortalRakyat, SLEMAN — Warga Kabupaten Sleman diimbau mengurangi pembakaran sampah dan membatasi aktivitas di luar rumah ketika tidak mendesak. Imbauan ini disampaikan DPRD Sleman sebagai langkah mengurangi paparan asap dan debu di tengah kondisi cuaca panas.

Ketua Komisi D DPRD Sleman, M. Arif Priyosusanto, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan. Salah satunya dengan menghindari aktivitas yang menghasilkan asap, termasuk membakar sampah di sekitar tempat tinggal.

“Dari kemarin kami selalu mengimbau untuk tidak banyak membakar sampah, tidak banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya menimbulkan asap. Jadi, ini menjadi pengingat untuk kita seluruh warga agar selalu berhati-hati di lingkungan kita masing-masing,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Selain mengurangi sumber asap, Arif meminta warga membatasi kegiatan di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diimbau mempertimbangkan penggunaan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel debu dan polutan.

Kebiasaan membakar sampah dapat menambah pencemaran udara dan menghasilkan polutan yang berisiko mengganggu kesehatan. Karena itu, warga diharapkan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman daripada membakarnya secara terbuka.

Warga Sakit Diminta Membatasi Aktivitas

Arif juga mengingatkan warga yang sedang sakit agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Langkah tersebut dapat membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko penularan apabila penyakit yang dialami bersifat menular.

“Yang sakit kita minta untuk membatasi diri agar tidak banyak beraktivitas di luar,” katanya.

Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Upaya sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas di luar, perlu dilakukan secara konsisten.

Di tengah cuaca panas, warga juga perlu menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara kering selama musim kemarau, termasuk risiko dehidrasi dan kelelahan saat beraktivitas di luar ruangan.

Dengan mengurangi pembakaran sampah dan menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi lingkungan, masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga kualitas udara sekaligus melindungi kesehatan keluarga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *