Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. – istock
PortalRakyat, SUKABUMI—Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG di Jakarta, gempa terjadi pada pukul 10.30 WIB. Hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 193 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi.
BMKG mencatat gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Berdasarkan hasil pemodelan, guncangan itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat.
Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat di kawasan pesisir Sukabumi dan sekitarnya diminta tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau memperhatikan kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah guncangan utama.
BMKG Imbau Warga Periksa Kondisi Bangunan
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi bangunan tempat tinggal setelah gempa. Warga diharapkan memeriksa keutuhan struktur rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah yang perlu diperhatikan masyarakat setelah merasakan guncangan. Selain itu, warga diminta tetap mencermati perkembangan informasi mengenai kemungkinan gempa susulan.
Hingga laporan tersebut disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bermagnitudo 5,7 tersebut.
Mitigasi bencana gempa bumi sangat penting dilakukan untuk meminimalkan risiko korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang parah.
Langkah-langkah mitigasi ini terbagi menjadi tahapan sebelum bencana terjadi, seperti mengenali jalur evakuasi, membangun struktur bangunan yang tahan gempa, serta mengamankan perabot berat di dalam ruangan agar tidak mudah roboh. Selain itu, masyarakat juga perlu rutin mengikuti simulasi penyelamatan diri untuk membangun kesiapsiagaan mental dan fisik dalam menghadapi situasi darurat sewaktu-waktu.
Ketika gempa bumi terjadi secara tiba-tiba, langkah mitigasi yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera melindungi diri dengan berlindung di bawah meja yang kokoh atau menjauhi kaca serta benda-benda tergantung.
Apabila berada di luar ruangan, segera cari area terbuka yang jauh dari tiang listrik, pohon, maupun bangunan tinggi. Setelah guncangan mereda, evakuasi diri secara tertib menuju titik kumpul yang aman sambil tetap mewaspadai potensi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
