PortalRakyat, GUNUNGKIDUL—Pemilihan lurah (Pilur) di Gunungkidul pada 2027 dipastikan memiliki cakupan lebih besar dibandingkan pelaksanaan tahun ini. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul mulai menyiapkan penyelenggaraan Pilur serentak di 55 kalurahan.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan persiapan Pilur 2027 dilakukan bersamaan dengan penyelesaian tahapan Pilur serentak di 31 kalurahan yang berlangsung tahun ini.
Menurut dia, jumlah kalurahan yang akan mengikuti Pilur tahun depan lebih banyak karena masa jabatan lurah di 55 kalurahan akan berakhir pada akhir 2027.
“Seharusnya diikuti 56 kalurahan, tapi Ngloro bisa diselenggarakan tahun ini karena Lurahnya mundur di 2023 lalu. Jadi, pemilihannya bisa dimajukan, tanpa harus menunggu jabatan sesungguhnya berakhir,” kata Kriswantoro, Senin (5/10/2026).
Anggaran Pilur 2027 Mulai Dikaji
Kriswantoro menjelaskan pendataan terhadap kalurahan yang akan menggelar pemilihan tahun depan telah dilakukan. DPMKP2KB juga mulai menyiapkan kebutuhan anggaran untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan Pilur.
Meski demikian, besaran anggaran belum ditetapkan. Setelah usulan disusun, kebutuhan tersebut masih harus dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kepastian anggaran untuk pilur akan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] 2027. Saat ini, kami sedang melakukan kajian terhadap kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan pemilihan di tahun depan,” kata Kriswantoro.
Sebagai gambaran, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp2,6 miliar untuk Pilur 2026 yang digelar di 31 kalurahan.
Dari total anggaran tersebut, Rp200 juta dialokasikan untuk operasional kedinasan dalam pelaksanaan pemilihan. Sementara itu, Rp2,4 miliar diperuntukkan sebagai dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk penyelenggaraan Pilur di kalurahan.
“Kalau dilihat dari jumlah, maka alokasi anggaran untuk pilur di tahun depan akan lebih besar ketimbang yang disediakan di 2026,” katanya.
Pilur 2026 di 31 Kalurahan Berjalan Lancar
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringinsih memastikan pelaksanaan Pilur serentak di 31 kalurahan tahun ini berjalan sukses. Menurut dia, seluruh tahapan dapat berlangsung aman dan lancar hingga proses penghitungan suara selesai dilakukan.
“Coblosan di 31 kalurahan dapat berjalan dengan damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Untuk pelaksanaan, kami juga telah melakukan monitoring di beberapa kalurahan yang masuk peta rawan, tapi semuanya dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
