Ilustrasi kekeringan – Foto dibuat oleh AI/StockCake
PortalRakyat, KULONPROGO—Kekeringan Kulonprogo terus meluas. Hingga Jumat (2/10/2026), kondisi tersebut telah terjadi di delapan dari total 12 kapanewon di Kulonprogo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo terus melakukan droping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Penyaluran air bersih juga mendapat dukungan dari berbagai instansi dan kelompok masyarakat, mulai dari Baznas, PMI, Kodim, PDAM hingga swadaya masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan droping air telah menyasar Kapanewon Panjatan, Pengasih, Temon, Samigaluh, Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang.
Menurut Eko, bantuan air bersih paling banyak berasal dari swadaya berbagai kelompok masyarakat dengan jumlah 175 tangki. Sementara itu, Baznas telah menyalurkan 135 tangki air selama penanganan kekeringan Kulonprogo.
“Total air bersih yang sudah disalurkan sebanyak 423 tangki di 138 titik dengan sasaran penerima 7.394 jiwa. Kalurahan Giripurwo, Girimulyo dan Kalirejo, Kokap menjadi titik terbanyak droping air sejumlah 45 tangki,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Kekeringan Kulonprogo Sasar 24 Kalurahan
Penyaluran air bersih tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Sejumlah fasilitas umum juga mendapatkan bantuan air akibat kondisi kekeringan.
BPBD mencatat SD telah menerima satu tangki air bersih, SMP mendapatkan dua tangki, sedangkan masjid dan musala telah memperoleh enam tangki air bersih.
Eko menyebut terdapat sejumlah wilayah yang menjadi titik kekeringan terparah. Kapanewon Kokap, Kalibawang, Pengasih, Girimulyo dan Samigaluh disebut sebagai zona merah kekeringan di Kulonprogo.
“Droping air sudah menyasar 24 kalurahan dan 70 padukuhan,” lanjutnya.
Status Siaga Darurat Diperpanjang
Penanganan kekeringan di Kulonprogo juga dilakukan dengan memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan hingga 31 Desember 2026.
Menurut Eko, keputusan tersebut didasarkan pada prediksi BMKG yang menyatakan Provinsi DIY berada dalam status awas. BMKG juga memprediksi adanya potensi fenomena El Nino kategori sangat kuat yang berpeluang bertahan hingga awal 2027.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi curah hujan sekaligus memperpanjang periode musim kemarau. Selain itu, dampak kekeringan berpotensi meluas dan mengganggu aktivitas pertanian serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kulonprogo.
“Prediksi BMKG tersebut menjadi dasar perpanjangan status siaga darurat selain itu, faktor adanya potensi memperluas dampak bencana kekeringan, gangguan aktivitas pertanian dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kulonprogo sehingga diperpanjang status siaga darurat,” lanjut Eko.
Polres Kulonprogo Ikut Salurkan Air Bersih
Sejumlah instansi juga turun langsung membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Salah satunya SiPropam Polres Kulonprogo yang menyalurkan bantuan kepada warga di dua lokasi di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih.
Bantuan menyasar warga Padukuhan Banaran RT 19/RW 09 dan Padukuhan Kemaras RT 26/RW 12. Dalam kegiatan tersebut, SiPropam Polres Kulonprogo bekerja sama dengan PDAM Kulonprogo menggunakan dua unit truk tangki.
Masing-masing lokasi mendapatkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kasi Propam Polres Kulonprogo Iptu Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
