Suasana pemaparan visi dan misi calon lurah di Kalurahan Sabdodadi, Bantul, Senin (28/9/2026)./Harian Jogja-Yosef Leon
PortalRakyat, BANTUL—Calon Lurah Sabdodadi, Kapanewon Bantul, Sulistiyo menawarkan konsep pembangunan berbasis marketing dan teknologi dalam tahapan kampanye Pemilihan Lurah (Pilur) 2026. Gagasan tersebut diarahkan untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus mendongkrak ekonomi dan pendapatan warga.
Penyampaian visi dan misi calon lurah berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Kantor Kalurahan Sabdodadi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan kampanye Pilur Kabupaten Bantul yang berlangsung pada 28-30 September.
Kalurahan Sabdodadi menjadi wilayah dengan jumlah calon lurah terbanyak se-Kapanewon Bantul, yakni empat orang. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing calon memaparkan gagasan di hadapan masyarakat.
Visi Misi Calon Disampaikan Monolog
Jagabaya Kalurahan Sabdodadi, Imam Sudarmono, mengatakan penyampaian visi dan misi dilakukan secara monolog. Urutan calon yang menyampaikan paparan lebih dulu ditentukan melalui undian agar pelaksanaan berlangsung adil dan tidak berdasarkan nomor urut calon.
“Masing-masing calon diberi waktu maksimal 15 menit untuk memaparkan gagasan di hadapan masyarakat,” ujarnya.
Panitia juga mengatur jumlah pendukung yang dapat dibawa masing-masing calon. Setiap calon diperbolehkan membawa maksimal 10 pendukung.
Selain pendukung calon, ketua RT, pamong kalurahan, Bamuskal, lembaga kalurahan, dan unsur panitia turut diundang dalam kegiatan pemaparan visi dan misi tersebut.
“Jadi nanti setelah dari sini visi dan misi itu dapat diteruskan kepada masyarakat melalui para ketua RT,” ungkapnya.
Sulistiyo Dorong Digitalisasi Berbagai Sektor
Calon Lurah Sabdodadi nomor urut 2, Sulistiyo, mengusung visi pembangunan berbasis marketing dan teknologi. Menurut dia, marketing dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan warga.
Apabila terpilih, Sulistiyo mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu program unggulan yang akan didorong. Program tersebut akan dikaitkan dengan pengembangan UMKM kuliner, perdagangan, pertanian, perikanan hingga pariwisata.
“Nanti kami akan coba digitalisasi semua sektor agar saling berkaitan. Masyarakat juga tidak perlu punya barang untuk bisa memasarkan produk untuk mendongkrak pendapatan,” ujarnya.
Menurut Sulistiyo, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian di Sabdodadi. Generasi muda dapat dilibatkan dalam penggunaan teknologi seperti drone untuk membantu aktivitas pertanian.
Dia juga ingin mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi berbasis telepon seluler untuk membantu pengelolaan lahan pertanian.
“Sabdodadi ini kan potensi di sektor pertaniannya besar, ini yang perlu dimaksimalkan agar beradaptasi dengan teknologi sekarang,” katanya.
Potensi Jalur Menuju Parangtritis
Selain sektor pertanian, Sulistiyo melihat posisi Sabdodadi yang berada di jalur menuju kawasan Parangtritis sebagai peluang untuk memasarkan berbagai potensi wilayah. Produk kuliner dan kerajinan lokal menjadi bagian dari potensi yang menurut dia dapat dikembangkan.
“Sehingga ini harus ditangkap sebagai peluang yang menjanjikan,” kata dia.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi Sulistiyo dalam menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi dalam Pilur Sabdodadi 2026. Konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai sektor sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
